Berita Terbaru
Home » EKONOMI » Ubah Sistem Pengelolaan Pasar 
Ubah Sistem Pengelolaan Pasar 

Ubah Sistem Pengelolaan Pasar 

PENGELOLAAN seluruh pasar tradisional di Bandar Lampung harus diubah, jika selama ini oleh Dinas Pasar ke depan harus dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Hal itu agar pengelolaan pasar lebih fokus dan manajemennya lebih mandiri.
Demikian dikemukakan Calon Walikota Bandar Lampung, Hartarto Lojaya, pengelolaan pasar harus dilakukan profesional. Diakuinya pasar merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Bila dikelola dengan baik, pusat transaksi perdagangan itu akan menjadi satu sumber penghasilan untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Sebaliknya, lanjut dia, jika pengelolaannya tidak profesional maka pasar tidak akan memberikan manfaat, terutama bagi pedagang maupun pembeli. Menurutnya, untuk meningkatkan kinerja sekaligus meningkatkan PAD, Dinas Pasar harus diubah struktur organisasinya menjadi PD Pasar.
”Perubahan Dinas Pasar menjadi PD Pasar perlu dilakukan agar pengelolaannya lebih profesional. Apalagi, potensi pasar di Bandar Lampung ini cukup besar,” kata Hartarto.
Menurut politisi Partai Demokrat ini, dengan perubahan status menjadi PD pimpinan dan karyawan yang ada di Dinas Pasar sekarang fokus memikirkan cara mendapatkan profit. Termasuk, melakukan penataan pasar yang menyesuaikan dengan kondisi terkini agar menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Sebab saat ini, mayoritas pasar di Bandar Lampung masih banyak yang dikelola dengan pola manajemen tradisional. “Tentu saja, hal itu kalah jauh pamornya dibandingkan dengan pasar modern yang keberadaannya sekarang digemari masyarakat. Dengan manajemen PD Pasar yang modern, maka pengelolaan pasar akan semakin maju,” jelasnya.
Selain itu, dengan berubahnya status pengelolaan maka pedagang unsur yang terlibat di dalamnya juga berpikir keras mengelola pasar dengan baik dan menguntungkan. Hartarto menilai, selama ini dengan bentuk Dinas Pasar yang setara dengan SKPD lain, maka yang dilakukan hanya sebatas mengelola pasar apa adanya. ”Tak ada kreatifitas yang dikembangkan untuk memperbaiki manajemen pasar dan meningkatkan PAD,” tuturnya.
Akibatnya, saat ini target PAD yang dibebankan ke Dinas Pasar terkesan stagnan. Bahkan dalam operasionalnya hanya mengandalkan dana dari APBD. ”Harusnya pengelolaan keuangan di (Dinas) Pasar ini bisa mandiri dan menghidupi kebutuhannya sendiri. Apalagi di Bandar Lampung ini banyak berdiri beberapa pasar besar seperti Pasar Tamin dan Pasar Tengah,” ujarnya.
Seperti diketahui,  setidaknya terdapat12 pasar tradisional yang pengelolaannya dibawah Dinas Pasar di Bandar Lampung. Sejumlah pasar itu ialah Pasar Tamin, Pasar Tengah, Pasar Kangkung, Pasar Pasir Gintung, Pasar SMEP, Pasar Mambo, dan Pasar Tugu. Pasar Perumnas Way Halim, Bambu Kuning Square, Pasar Bawah Ramayana, Pasar Koga, dan Pasar Panjang.