Berita Terbaru
Home » POLITIK » Persaingan Ketat Herman – Hartarto
Persaingan Ketat Herman – Hartarto
Sumber : Lampost Epaper

Persaingan Ketat Herman – Hartarto

Kota Bandar Lampung adalah salah satu daerah yang ikut menggelar pemilukada serentak 2015. Sejumlah parpol telah membuka penjaringan bagi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Pemilukada Kota Bandar Lampung menjadi ajang persaingan berat calon petahana Wali Kota Herman HN dan anggota DPRD Lampung Hartarto Lojaya. Keduanya diketahui mempunyai basis masa besar di kota Bandar Lampung, selain telah melakukan sosialisasi sejak beberapa tahun terakhir.

Selain sama-sama mendaftar di penjaringan Partai NasDem dan PDI Perjuangan, keduanya juga mempunyai potensi dukungan partai lainnya. Herman sebelumnya disebut untuk dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai calon eksternal. Herman yang juga petahana mempunyai peluang untuk menggerakkan pamong yang berada di jajaran pemerintahannya untuk sosialisasi.

Hartarto sendiri mempunyai peluang dukungan dari partai yang mengusungnya menjadi legislator, yakni Partai Demokrat. Selain itu, Hartarto juga mempunyai potensi dukungan massa dalam pemilu legislatif dengan hasil signifikan, terutama dari daerah pemilihan Kota Bandar Lampung. Apalagi dalam dua tahun terakhir, Hartarto mulai rajin bersosialisasi ke basis massanya di Bandar Lampung.

Namun, diantara keduanya ada sosok yang diprediksi menjadi kuda hitam dalam pemilukada di Bumi Tapis Berseri itu, yakni Pejabat Bupati Pesisir Barat Kherlani. Mantan Wakil Wali Kota Bandar Lampung itu juga ikut disebut-sebut sejumlah partai politik, walaupun hingga kini belum satu pun penjaringan di partai politik yang diikuti mantan pesaing Herman dalam pemilukada Bandar Lampung 2010 itu.

“Kherlani juga memiliki peluang sama dalam pemilihan wali kota mendatang, sebab mereka sama-sama memiliki modal, baik financial maupun pendukung.” Kata pengamat politik Unila, Roby Cahyadi, saat dihubungi tadi malam (4/3).

Kemudian, Roby mengatakan factor kemenangan calon kepala daerah juga dipengaruhi sosok calon wakil yang mendampinginya. Sebab, posisi wakil biasanya menyeimbangkan calon kepala daerah yang tidak kuat di beberapa sektor modal.

“Ada kemungkinan besar menang jika di antara ketiga sosok itu berpasangan, “Ada empat factor untuk menang dalam pemilukada, yaitu modal politik, sosial, jaringan, dan financial,” kata dosen FISIP Unila itu.

Lampung Post, 5 Maret 2015