Berita Terbaru
Home » EKONOMI » Pedagang Pasar SMEP Merasa Ditipu
Pedagang Pasar SMEP Merasa Ditipu

Pedagang Pasar SMEP Merasa Ditipu

Para pedagang sudah membayar uang muka hingga jutaan rupiah. Namun, pembangunan Pasar SMEP hingga kini masih terbengkalai.

Pedagang di Pasar SMEP mengeluhkan tidak jelasnya proses pembangunan di pasar tradisional tersebut. Mereka merasa ditipu PT Prabu Artha selaku pengembang dan meminta Pemerintah Kota Bandar Lampung bersikap tegas.

Pemilik toko kosmetik, Gaek, yang sering di sapa Pak Haji, mengaku sangat kecewa dengan perusahaan yang dipimpin Ferry Soelistyo atau Alay itu. Ia menilai pengembang ingkar janji dan menzalimi pedagang.

“Janjinya satu tahun pedagang sudah bisa masuk, tapi ini sudah 14 bulan belum ada kejelasan. Padahal, uang muka yang telah kami setor sangat besar. Kami kecewa dan ini namanya dizalimi,” kata Pak Haji, saat ditemui di Pasar SMEP, Bandar Lampung, Rabu (13/8).

Ia meminta Pemkot Bandar Lampung bertindak tegas dan mencari solusi terkait mandeknya pembangunan yang dilakukan PT Prabu Artha.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Sumiati. Pedagang yang sehari-hari berjualan sayuran itu mengaku merugi cukup besar karena berlarut-larutnya pembangunan Pasar SMEP. “Kami ini semua sudah menderita. Apalagi, saya bayar uang muka dari utang,” kata Sumiati.

Ia meminta proses pembangunan dapat segera diselesaikan pihak pengembang. Selain itu, uang muka yang telah disetorkannya Rp 5 juta juga tidak hilang. “Tidak perlu sampai sepuluh lantai, yang penting dibangun dulu sehingga usaha kami kembali berjalan,” kata Sumiati yang mengaku telah berdagang puluhan tahun di pasar itu.

Menurutnya, lokasi sementara untuk berdagang sayuran di Jalan Batu Sangkar sangat sempit sehingga banyak pembeli yang kesulitan mendapatkan tempat parker.

Berdasarkan pengamatan Lampung Post, kemarin, bangunan pasar SMEP yang telah dirobohkan itu kini terbengkalai dan belum ada kegiatan pembangunan apapun. Lahan yang berbentuk cekungan sisa pembongkaran kini terisi air dan dipenuhi enceng gondok.

Anggota DPRD Lampung asal daerah pemilihan Bandar Lampung, Hartarto Lojaya, menilai Pemkot Bandar Lampung telah bersikap ceroboh karena terlalu jauh memberikan kewenangan kepada pengembang. “Baru dalam tahap pembebasan tapi sudah tarik uang muka, harusnya lebih professional,” kata Hartarto, usai meninjau Pasar SMEP, kemarin.

Ia mendesak Pemkot Bandar Lampung segera mengambil langkah tegas. Jika tetap berlarut-larut, ia mengimbau pedagang untuk bergerak mandiri. Pemkot Bandar Lampung sebelumnya telah memutus kerja sama dengan PT Prabu Artha pada pertengahan Mei 2014.

Lampost, 14 Agustus 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*