Berita Terbaru
Home » EKONOMI » Pedagang Pasar Inginkan Perubahan
Pedagang Pasar Inginkan Perubahan

Pedagang Pasar Inginkan Perubahan

Siap Dukung Hartarto Jadi Walikota

BANDAR LAMPUNG – Turun langsung ke pasar untuk mengetahui kondisi dan menampung aspirasi para pedagang kembali dilakukan calon walikota Bandar Lampung, Hartarto Lojaya. Setelah blusukan ke Pasar Panjang, Bambu Kuning, dan SMEP, Hartarto mengunjungi Gudang Lelang, Selasa (9/6).

Sama seperti sebelumnya, Hartarto banyak menerima keluhan terkait minimnya fasilitas di pasar ikan tersebut. Para pedagang mengeluhkan jalan yang becek, kios yang banyak rusak, sampah yang berserakan, dan ketiadaan toilet.

”Tidak ada perhatian dari pemerintah. Jangankan memikirkan nasib kami, fasilitas penunjang saja tidak diperhatikan. Kami ingin ada perubahan, dan kami siap mendukung Pak Hartarto menjadi walikota. Kami yakin pemerintahan yang baru nanti bisa menganggap bahwa pasar itu penting, bukan melakukan pembiaran seperti sekarang ini,” ungkap Sarkadi, pedagang yang juga pengurus KUD Mina Jaya Gudang Lelang.

Hartarto yang merasa peduli langsung membantu memperbaiki fasilitas jalan di pasar tersebut. Menurutnya, Gudang Lelang jika dibenahi menjadi pasar khusus ikan yang bersih, terpadu dan ditata lebih baik serta disediakan kuliner, maka akan menjadi tempat wisata baru di Bandar Lampung.

”Saya ini lahir dan besar di pasar. Jadi, pasar ini sudah saya anggap seperti rumah saya sendiri. Makanya saya paham betul bagaimana penderitaan saudara-saudara sekalian, dan pentingnya pasar sebagai penopang perekonomian,” kata Hartarto.

Menurutnya, pengelolaan seluruh pasar tradisional di Bandar Lampung harus diubah. Jika selama ini oleh Dinas Pasar, ke depan harus dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Hal itu dilakukan agar pengelolaan pasar lebih fokus dan manajemennya lebih mandiri.

”Agar pengelolaannya lebih profesional. Apalagi, potensi pasar di Bandar Lampung ini cukup besar,” terang anggota DPRD Lampung itu.

Selain itu, dengan berubahnya status pengelolaan maka pedagang unsur yang terlibat di dalamnya juga berpikir keras mengelola pasar dengan baik dan menguntungkan. “Dengan begitu, para pedagang tak hanya sekadar menyewa kios-kios di tiap pasar, tapi bisa memilikinya,” ujarnya. (*)