Berita Terbaru
Home » OPINI » Lagi, Cak Nun Isi Sekala Lampung
Lagi, Cak Nun Isi Sekala Lampung

Lagi, Cak Nun Isi Sekala Lampung

BANDARLAMPUNG – Sekali lagi, Sekala Selampung sebagai majelis diskusi bebas yang digagas Central Proteina Prima Tbk. digelar di dua tempat berbeda, Sabtu (14/3). Kali ini, Sekala Selampung mengambil tema Merajut Kebersamaan dalam Keragaman.

Di pagi hari, majelis yang meenghadirkan budayawan dan ulama nasional K.H. Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) ini digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung.

Sedangkan di malam hari, majelis maiyah Sekala Selampung bergeser ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Waypengubuan, Lampung Tengah.

Direktur PT Centralpertiwi Bahari (anak usaha PT Central Proteina Prima), Arman Diah, menjelaskan, forum ini diniatkan untuk menjadi katalisator masyarakat dengan bingkai mencari solusi atas masalah aktual yang terjadi di sekitarnya.

”Kita menginginkan di majelis ini semua bebas berbicara. Tahun ini bukan hanya saat ini saja yang kita gelar, kita targetkan dalam tiga bulan sekali,” jelasnya.

Arman menambahkan, Sekala Lampung merupakan acara budaya, sehingga dinilai tepat menghadirkan Cak Nun sebagai penampil utama.

Dalam diskusi di IAIN Raden Intan Lampung, Cak Nun didampingi Arman Diah, Anggota DPRD Lampung Hartarto Lojaya, Wakil Bupati Tulangbawang Heri Wardoyo, para wakil rektor IAIN Raden Intan, Dosen Sosiologi Universitas Lampung (Unila) Ikram Baadilah, serta para tokoh lintas agama dan budaya.

Di hadapan ribuan hadirin yang umumnya adalah mahasiswa IAIN dan Unila, Cak Nun menegaskan bahwa Indonesia dinamis secara sosial budaya. “Harmoni dan kebersatuan di Lampung adalah simbolisasi harmoni dan kebersatuan di Indonesia,” katanya.

Pembangunan, sambungnya, sudah seharusnya pembangunan aspek sosial budaya juga ditingkatkan, sehingga aspek spiritual dan kekayaan budaya tidak tergerus.

Dalam diskusi itu, Hartarto Lojaya juga angkat bicara mengenai kebersamaan. Menurutnya, pentingnya penanaman akan kebersamaan dalam perbedaan hendaknya menjadi prioritas pendidikan agama bermoral dan berbudaya.

”Pasalnya, saat ini Indonesia benar-benar membutuhkan generasi yang benar-benar mampu menghadapi banyaknya perbedaan,” ujarnya disambut tepuk riuh hadirin.

Arus globalisasi, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan akan membawa dampak munculnya berbagai macam budaya dan bermacam paham, serta golongan.

Mendapati banyak pertanyaan dan keluhan peserta, Cak Nun membuat format diskusi menjadi diskusi lesehan dan membuat suasana menjadi akrab dengan para mahasiswa. ”Yang penting kita berbuat baik untuk diri kita sendiri dan memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Wakil Rektor III IAIN Raden Intan Prof. Syaiful Anwar menambahkan, beragam adat budaya di Lampung yang menciptakan harmoni sosial, kini perlu didorong untuk terus menghapus jarak di antara mereka satu sama lain.

”Lampung yang beragam ini pastinya rawan konflik. Ini hukum alam sebagai provinsi yang multikultural. Padahal keberagaman yang ada bisa membawa masyarakat untuk memajukan pembangunan,” ujarnya.

Terakhir, ia berharap, Central Proteina Prima Tbk dapat terus menyelenggarakan Sekala Selampung guna terus meningkatkan harmoni, kecintaan dan keutuhan budaya lokal di Lampung. (cw15/c1/dna) Radar Lampung Online