Berita Terbaru
Home » OPINI » Hartarto Paparkan Kiat Sukses Menjadi Pemimpin
Hartarto Paparkan Kiat Sukses Menjadi Pemimpin

Hartarto Paparkan Kiat Sukses Menjadi Pemimpin

CALON walikota Bandar Lampung, Hartarto Lojaya, menjadi pemateri LKMM-TD (Latihan Kepemimpinan & Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar) di Aula K FKIP Universitas Lampung (Unila), Sabtu (16/5). Dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Unila, Hartarto memaparkan kiat-kiat sukses menjadi pemimpin dan berjiwa entrepreneur.

Turut hadir Dekan FT Unila Prof. Suharno, Wakil Dekan Panca ST.MT, dan Gubernur Mahasiswa Rizki Dwi Printo. Acara tersebut direspon baik seluruh mahasiswa yang hadir. Mereka silih berganti bertanya mengenai kesuksesan Hartarto menjadi pengusaha.

Menurut Hartarto, ada beberapa faktor yang menentukan seseorang untuk sukses menjadi pemimpin. Pertama, punya kapasitas sebagai pemimpin. Dalam artian bisa memimpin diri sendiri, menjadi contoh bagi orang lain, dan mampu menggerakkan roda organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya.

”Sangat penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk fokus dan memotivasi dirinya sama ketika dia memotivasi orang lain. Selain itu, bisa memandu bawahan atau karyawan dan menciptakan atmosfer agar bisa dipercaya,” ungkap Hartarto.

Kedua, terbuka untuk melakukan hal baru. Dalam hal ini, pemimpin yang baik harus bisa dan mau melakukan perubahan yang disesuaikan dengan zaman. Memang sulit untuk menjajaki hal baru dan mencoba untuk mengubah apa yang sudah ada ketika segalanya sudah berjalan baik. Namun, demi perbaikan dan perkembangan, perubahan harus dilakukan.

”Seperti era teknologi dan informasi yang saat ini berkembang pesat, pemimpin harus bisa mengajak para bawahan atau karyawan untuk meresponnya. Kalau tidak maka akan ketinggalan,” terang Owner Mal Kartini itu.

Ketiga, bangun komitmen dan selesaikan pekerjaan dengan baik. Sebagai pemimpin, kata Hartarto, harus bisa merancang rencana yang bagus untuk mencapai tujuan akhir. Jangan hanya bisa mengutarakan rencana yang besar, tanpa bisa menyelesaikan pekerjaannya.

”Ini yang membuat kepercayaan bawahan atau karyawan hilang. Makanya sebagai pemimpin harus bisa membangun tujuan dan mengukur kemampuan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan yang akan dijalani,” paparnya.

Selain itu, lanjut dia, pemimpin harus memiliki kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, dan bertanggung jawab. Termasuk belajar dari kegagalan yang dialami untuk dijadikan pengalaman agar berubah menjadi lebih baik. ”Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Perlu kerja keras dan tekad dari dalam diri untuk mencapainya,” imbuhnya.

Pemimpin, kata Hartarto, sebagai nakhoda yang menentukan kemana arah kapal yang akan dibawa. Jika nakhodanya bagus, maka kapal yang dibawanya akan selamat sampai ke tujuan. Dalam hal pemerintahan kota, walikota merupakan pemimpin yang menentukan kemajuan daerahnya. Untuk itu, walikota yang dipilih harus benar-benar berkompeten dan mampu mengemban tugasnya dengan baik.

”Nah, peran mahasiswa sangat diperlukan dalam hal menentukan walikota yang tepat. Sebagai simbol perubahan, mahasiswa harus menjadi motor penggerak. Mahasiswa bisa membuat kesepakatan dengan calon walikota mengenai program apa yang akan dijalani. Setelah itu diawasi dan dievaluasi agar walikotanya bekerja dengan baik,” tuturnya.

Untuk itu, Hartarto mengajak seluruh mahasiswa, khususnya di Bandar Lampung, berperan aktif dalam pemilihan walikota periode 2016-2021. ”Jangan acuh jika ada pemilihan walikota, karena menentukan masa depan kita semua. Saya berharap adik-adik mahasiswa bisa ikut serta dan cerdas dalam memilih walikota yang tepat,” ujarnya. (*)