Berita Terbaru
Home » OPINI » Hartarto On Air di Heartline FM, Pendengar Antusias
Hartarto On Air di Heartline FM, Pendengar Antusias

Hartarto On Air di Heartline FM, Pendengar Antusias

HARTARTO Lojaya secara khusus diundang Radio Heartline 91,7 FM menjadi narasumber program Satu Jam Bersama Tokoh-Tokoh Lampung, Kamis (30/4). Pembahasan menarik antara calon walikota Bandar Lampung itu dipandu penyiar Aristarkus Hepta Gumay berlangsung mulai pukul 15.00 WIB. Dialog interaktif yang membahas seputar permasalahan kota Bandar Lampung tersebut direspon positif pendengar.

Cukup banyak yang bertanya mengenai permasalahan kota Bandar Lampung, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, budaya hingga pajak. Bahkan pendengar yang bertanya melalui line telepon tidak cuma berasal dari kota Bandar Lampung, tapi juga dari kawasan Sukarame, Teluk Betung, Metro, Kalianda, Tanjung Bintang, Pringsewu, Kotabumi dan sekitarnya.

Seperti Hera di Pringsewu. Dia bertanya mengenai kenaikan pajak, khususnya PBB, di Kota Bandar Lampung yang mencapai 300 persen. ”Menurut saya kenaikan ini ”gila” pak. Sangat tidak masuk akal dan membebani rakyat. Bagaimana menurut Pak Hartarto dan solusinya jika terpilih menjadi walikota Bandar Lampung nanti?” tanya Hera.

Hartarto dengan lugas menjawab jika langkah pemerintah kota Bandar Lampung menaikkan pajak tersebut adalah keliru. Seharusnya pemerintah tidak perlu menaikkan PBB dan membebani rakyat, karena bisa mencari penghasilan dari sektor-sektor lain di kota Bandar Lampung yang belum maksimal digarap.

”Contohnya di sektor pariwisata. Kota kita tercinta ini kan memiliki garis pantai yang sangat indah. Itu bisa dimanfaatkan sebagai tempat tujuan wisata yang dapat meningkatkan penghasilan daerah. Dengan begitu pemerintah tidak perlu menaikkan pajak dan menyengsarakan rakyatnya,” terang Hartarto.

Begitu juga dengan investasi. Hartarto mengungkapkan jika investasi yang dikembangkan pemerintah saat ini sifatnya bukan untuk kepentingan rakyat, melainkan kepentingan pribadi. ”Sekarang kan investasi banyak menguntungkan kepentingan pribadi, bukan untuk rakyat. Pemerintah hanya memikirkan keuntungan dari masuknya investasi itu, tanpa memberikan manfaat untuk masyarakat banyak,” tegasnya.

Dalam hal kenaikan pajak, terang Hartarto, pemerintah saat ini tak hanya membebani rakyat, tapi juga membuat enggan para pengusaha untuk berinvestasi, dalam hal ini beriklan di reklame. ”Mereka (pengusaha) tentu keberatan beriklan di reklame. Makanya jangan heran jika sekarang reklame banyak yang kosong. Yang terpasang bukan berupa iklan produk, melainkan promosi pribadi kepala daerah,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Hartarto, Bandar Lampung memerlukan sosok pemimpin yang cerdas untuk menjalankan roda pemerintahannya. Melalui program Bandar Lampung Kota Cerdas, dia siap membawa kota Tapis Berseri menjadi lebih baik dan sejahtera ke depannya. ”Dalam hal pajak, kita akan restrukturisasi untuk mengurangi biaya ekonomi yang tinggi. Semua kita jalankan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tuturnya.