Berita Terbaru
Home » PERISTIWA » Hartarto Hadiri Perayaan Nyepi
Hartarto Hadiri Perayaan Nyepi

Hartarto Hadiri Perayaan Nyepi

     Anggota DPRD Provinsi Lampung, Hartarto Lojaya, menghadiri Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1937 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling Bandar Lampung, Senin (20/4). Hartarto hadir bersama tamu undangan lain, diantaranya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Wakapolda Kombes Bonifasius Tampoi.

Usai acara, Hartarto langsung berbaur dengan umat Hindu Provinsi Lampung yang mayoritas berasal dari Bali. Mengenakan baju batik dengan hiasan udeng (ikat kepala khas Bali), calon Walikota Bandar Lampung tersebut disambut hangat dan silih berganti diajak foto bersama.

Hartarto mengungkapkan, dirinya mencintai keberagaman budaya dan kerukunan antar umat beragama. Untuk itu, kader partai Demokrat tersebut selalu menyempatkan hadir di setiap acara keagamaan. “Saya berharap Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1937 ini semakin memperkuat persatuan dan kesatuan kita,” tuturnya.

Pada perayaan tersebut, panggung dihiasi ornamen khas Bali, patung semar dan buah-buahan yang disusun tinggi. Acara diramaikan berbagai sendra tari yang ditampilkan oleh mahasiswa sekolah tinggi agama Hindu Lampung. Alunan musik tarian Pendet Bali ikut menghiasi pagelaran.

Dirjen Bimmas Hindu Kementerian Agama, Prof DR I Ketut Swidnya mengatakan, bahwa Dharma Santi ini merupakan peringatan yang dilakukan setelah Nyepi tahun baru Saka. ”Dengan Dharma santi ini diharapkan kerukunan menuju kehidupan sejahtera dan bahagia, seperti yang dicita-citakan para leluhur kita dapat terwujudnya hidup bersama. Sebab, persamaan itu tidak harus sama, tapi tujuan kita yang sama, untuk kemanunggalan semesta,” kata Swidnya.

Menurutnya, Nyepi artinya sunyi. Dalam bahasa jawa kunonya Sunia artinya sepi. Sepi disini dalam arti kosong. ”Kosong yang berisi, karena menyepi ini berkaitan dengan kemanunggalan semesta. Selain itu menyepi juga dari Saro takut kepada Sumie takut,” tambah Swidnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo berharap kerukunan antar umat beragama di provinsi Lampung semakin terjaga. Dia mengingatkan kejadian Balinuraga yang menyesakkan cukup sekali saja, dan jangan sampai terulang lagi.

”Orang Bali Lampung sudah banyak berbuat untuk Lampung. Saya yakin orang Bali di Lampung ini pekerja keras semua, karena mereka tidak akan sukses jika tidak bekerja keras. Maka kita harapkan kerukunan antar umat beragama dan suku budaya di Lampung tetap terjalin,” ujarnya