Berita Terbaru
Home » EKONOMI » Dewan Dukung Gas Industri
Dewan Dukung Gas Industri
ilustrasi foto : liputan 6.com/medias

Dewan Dukung Gas Industri

Bandar Lampung – Rencana Perusahaan Gas Negara (PGN) menyalurkan gas alam ke Bandar Lampung mendapat respons. Komisi II DPRD Lampung mendukung langkah tersebut.

Menurut anggota Komisi II Hartarto Lojaya, sektor industri diyakini akan diuntungkan dengan adanya aliran gas dari PGN. Pasalnya, gas alam dari PGN bisa membuat perusahaan lebih efisien.

“Akan ada efisiensi yang tercipta. Dengan efisiensi itu, nantinya bisa menggerakkan roda perekonomian lebih baik lagi,” kata dia kemarin.

Menurut Hartarto, dari sisi efisiensi, perusahaan akan lebih diuntungkan. Sebab, gas yang dialiri langsung ke pabrik atau perusahaan diyakini bisa mengurangi cost  untuk membeli energi.

DPRD, lanjut dia, tentu memberi dukungan juga dari sisi penganggaran, jika memang diperlukan. Hartarto menambahkan, akan lebih baik kalau nantinya ada perusahaan pelat merah milik Lampung yang terlibat dalam skema penyaluran gas ke industri dan rumah tangga itu.

Kan dengan demikian bisa membuat perusahaan daerah juga mendapat porsi. Selama ini gas alam dialiri lewat Lampung tapi warga Lampung, khususnya Kota Bandarlampung, belum sempat menikmatinya,” ucapnya.

Diberitakan, penyelesaian proyek pembangunan unit penampungan dan regasifikasi atau floating storage and regasification unit (FSRU) Lampung kian jelas. Dalam kunjungan kerja PT PGN ke Pemprov Lampung beberapa waktu lalu, Direktur Teknologi dan Pengembangan PT PGN Djoko Saputro memastikan proyek tersebut rampung Juli 2014.

“Pelaksanaan proyek FSRU di Lampung ini berjalan sangat baik. Untuk penyiapan kapal penampungannya sudah 90 persen. Sedangkan pemasangan pipa distribusi ke konsumen telah mencapai 70-an persen. Untuk itu, juli tahun ini kita sudah siap menyalurkan gas untuk Lampung. Sesuai skedul awal,” ujarnya.

Dengan FSRU ini, PGN dapat menyuplai gas sebanyak 80 juta kubik per hari untuk Lampung. Untuk menyuplai pasokan tersebut, PGN membangun pipa distribusi sepanjang 90 km yang terbentang dari Labuhan-maringgai, Lampung Timur, sampai Bandarlampung.

“Untuk juli nanti ada 13 calon industri yang siap menerima gas. Tetapi perusahaan mana saja, saya belum bisa merincinya secara gamblang. Salah satu yang paling siap adalah Hotel Novotel,” katanya.

Untuk masyarakat kalangan rumah tangga, ia mengklaim penggunaan gas ini jauh lebih irit. Tidak hanya dibanding bahan bakar minyak (BBM), penyaluran melalui FSRU ini pun masih jauh lebih irit dibandingkan elpiji.

Pihaknya mengasumsikan rata-rata rumah tangga menggunakan dua tabung elpiji 12 kg per bulan. Dengan harga berkisar Rp 240 ribu. Sementara dengan penyaluran gas melalui FSRU ini, kalangan rumah tangga hanya akan mengeluarkan biaya Rp 30-50 ribu per bulan.

Radar Lampung, 7 April 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*