Berita Terbaru
Home » POLITIK » Demokrat Lampung Restui Hartarto
Demokrat Lampung Restui Hartarto

Demokrat Lampung Restui Hartarto

Partai DemoHartarto Lojayakrat Lampung merestui pencalonan Hartarto Lojaya dalam Pemilukada Bandar Lampung. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini juga mempersilahkan untuk membangun komunikasi dan mengikuti penjaringan di partai lainnya.

“Sesuai arahan Ketua Umum SBY, Demokrat harus memprioritaskan kader pada pemilukada,” kata Sekretaris DPD Demokrat Lampung Fajrun Najah Ahmad, Kamis (12/3).

Dia membenarkan saat ini terdapat sejumlah kader Partai Demokrat yang telah bergerak secara masif menyosialisasikan diri sebagai calon kepala daerah di masyarakat. Bahkan, telah lolos penjaringan calon di parpol lainnya. Salah satunya calon wali kota Bandar Lampung, Hartarto Lojaya.

“Pencalonan anggota Fraksi Demokrat DPRD Lampung Hartarto Lojaya, sudah mendapat izin dari Ketua DPD M. Ridho Ficardo,” ujarnya.

Mengenai keikutsertaan Hartarto d alam penjaringan calon di Partai NasDem dan PDIP, Fajar menilai hal itu adalah langkah maju dan telah direstui oleh DPD. Sebab, Partai Demokrat harus berkoalisi pada Pemilukada Desember 2015 ini.

“Langkah-langkah itu memang harus dilakukan jika ingin maju dalam pemilukada. Mengingat Demokrat harus berkoalisi,” ujarnya.

Dia juga menyarankan kepada kader potensialnya yang akan maju untuk terus bergerak menggalang dukungan masyarakat, sehingga popularitas dan elektabilitas mereka meningkat dan terpilih. Sebab, bagaimanapun juga Demokrat ingin kembali menang di daerah-daerah.

“Partai Demokrat akan mengusung kader internal jika elektabilitasnya terus meningkat menjelang pemilukada,” ujar dia.

Selain berpeluang diusung Demokrat, Hartarto Lojaya juga berpotensi diusung PDIP dan NasDem. Sebab, anggota DPRD Lampung itu sudah lolos dalam penjaringan kedua partai itu dan tinggal menunggu persetujuan DPD maupun DPP.

Akademisi FISIP Unila, Dedy Hermawan, mengatakan partai politik memang sudah seharusnya mengusung kader internal yang memiliki popularitas dan elektabilitas dalam pemilukada.

Sebab, menurutnya figur calon sangat dominan dalam mendulang kemenangan ketimbang faktor partai pengusung.

“Secara umum dalam berbagai pemilukada yang dominan adalah figurnya. Partai berkontribusi, cuma tidak terlalu signifikan,” ujarnya.